SERVICE VULKANIN JAYA

Proses Vulkanisir Ban
PT SUPERVULKANIN ADIJAYA

Untuk sistem dingin dan panas sama-sama melewati tahap demi tahap dari proses tersebut, seperti:

  1. Inspeksi awal (pemeriksaan awal ban sebelum masuk ruang produksi), kemudian
  2. Proses Buffing (yaitu proses pemarutan/ pembuangan sisa telapak lama).
  3. Proses repairing (proses penambalan pada ban yang terdapat lubang/ kerusakan kecil yang masih layak untuk diperbaiki).
  4. Proses building (yaitu proses pemasangan tapak karet baru pada ban yang telah diparut) dan langkah terakhir adalah proses pemasakan/ proses inti, disinilah bedanya antara proses panas dan dingin.
Proses Vulkanisir Dingin

Pada proses ini casing ban yang telah dibersihkan ditempel dengan tread rubber (karet jadi dan sudah memiliki pola) dengan bantuan cushion gum (lapisan perekat). Ban tersebut kemudian diisi dengan ban dalam dan dibungkus dengan envelope (pembungkus khusus) kemudian dimasukkan ke dalam chamber (mesin pemanas). Ban kemudian ditekan dua arah, yaitu dari dalam dengan bantuan ban dalam dan dari luar dengan menggunakan envelope dan juga dipanaskan dengan chamber. Akibat dari tekanan dan panas tersebut cushion gum yang berada di antara casing dan tread rubber mengalami vulkanisasi dan menyatukan semua elemen tadi (casing, gum, tread) menjadi satu.

Vulkanisir dingin dalam prosesnya menggunakan temperatur yang lebih rendah dan rubber (tapak ban) yang digunakan merupakan barang jadi. Dengan begitu, kualitas rubber yang digunakan lebih terjamin dan masa pakai cenderung lebih lama. Vulkanisir panas menggunakan temperatur 150-160 derajat Celsius dan vulkanisir dingin menggunakan temperatur 100-112 derajat Celsius.

Keuntungan vulkanisir dingin, ban yang telah aus masih bisa diproses ulang dua hingga tiga kali vulkanisir. Namun, ban yang masih bisa divulkanisir dua hingga tiga kali sangat bergantung pada kondisi casing dan mutu ban itu sendiri. Sementara vukanisir panas memiliki kecenderungan hanya bisa diproses vulkanisir satu kali. Penyebabnya, vulkanisir panas dalam prosesnya menggunakan temperatur 150-160 derajat Celsius menyebabkan casing rusak.

Proses masak dingin: menggunakan semacam lapisan karet yang disebut envelopes yang digunakan untuk menutupi casing/ badan ban yang akan dicetak sistem dingin, dan tentunya setelah melewati proses bulding, kemudian setelah itu ban yang telah di lapisi envelopes tersebut dimasukan kedalam ruangan mesin/ chamber yang berbentuk seperti kapsul besar, dan di press dengan tekanan dan suhu yang telah di sesuaikan dan dalam waktu yang telah di program, sehingga menghasilkan produk yang bermutu.

Tahapan Proses Dingin
Proses Panas

Pada proses ini casing ban yang telah dibersihkan ditempel dengan karet compound (karet dalam bentuk setengah jadi, belum memiliki pola) kemudian dimasukkan ke dalam mesin cetakan (mold). Ban yang sudah ditempel dengan karet compound kemudian ditekan ke mold melalui tekanan dari dalam ban dengan temperatur dan waktu tertentu. Sampai karet compound tersebut menjadi matang dan mengeras lalu membentuk pola yang sesuai dengan pola yang terdapat pada cetakannya.

Proses masak dingin: menggunakan semacam lapisan karet yang disebut envelopes yang digunakan untuk menutupi casing/ badan ban yang akan dicetak sistem dingin, dan tentunya setelah melewati proses bulding, kemudian setelah itu ban yang telah di lapisi envelopes tersebut dimasukan kedalam ruangan mesin/ chamber yang berbentuk seperti kapsul besar, dan di press dengan tekanan dan suhu yang telah di sesuaikan dan dalam waktu yang telah di program, sehingga menghasilkan produk yang bermutu.

Proses masak panas ban tidak di lapisi oleh envelopes, tetapi setelah ban melewati proses building dengan baik, maka ban tersebut dimasukkan ke dalam chamber / mesin yang berberntuk seperti kerang yang terbuka, dan kemudian ban tersebut akan di press dan di cetak melalui mesin tersebut pada waktu dan suhu yang telah ditentukan pula, sehigga mendapatkan hasil akhir yang baik.

(untuk vulkanisir dingin tapak vulkanisir tidak dicetak di dalam mesin seperti proses panas, karena tapak vulkanisir itu telah tercetak pada awalnya/ karet jadi, karena itu di dalam chamber dingin, ban hanya di press dan disatukan dengan badan ban dengan cara peningkatan suhu uap dalam mesin, sedangkan proses panas tapak dicetak di dalam mesin, karena karet tapak nya masih merupakan karet mentah, sehingga ketika proses pemasakan system panas, karet akan memuai dan mengikuti alur dari cetakan tersebut

Tahapan Proses Panas

MORE ABOUT PT. SUPERVULKANIN ADIJAYA